Kelurahan Surodinawan memiliki potensi ekonomi yang cukup kuat karena didukung oleh sektor usaha mikro, perdagangan, industri rumah tangga, dan ekonomi kreatif. Pada tahun 2025 tercatat terdapat 2.176 UMKM yang telah memiliki NIB, menunjukkan tingginya aktivitas usaha masyarakat .
Produk unggulan utama kelurahan adalah industri alas kaki (sepatu dan sandal) dengan 57 pengrajin yang memasarkan produk hingga seluruh Jawa dan Bali serta menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu terdapat 16 pengrajin batik yang hasil produksinya telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Kalimantan, Makassar, Batam hingga luar negeri seperti Australia dan Amerika .
Potensi ekonomi lainnya didukung keberadaan 3 koperasi, kelompok UP2K-PKK, Kelompok Wanita Tani Srikandi Jaya, serta aktivitas perdagangan dengan 86 ruko, 95 warung, 7 rumah makan/restoran, dan 3 pasar permanen . Keberadaan investasi usaha seperti kafe dan usaha jasa juga mulai berkembang sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Bidang Sosial
Potensi sosial masyarakat sangat kuat karena didukung budaya gotong royong, partisipasi warga, dan kelembagaan masyarakat yang aktif. Kelurahan memiliki 44 RT dan 10 RW dengan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kegiatan pembangunan, keamanan lingkungan, posyandu, PKK, karang taruna, dan lembaga kemasyarakatan lainnya .
Prestasi sosial masyarakat juga terlihat dari keberhasilan Kampung KB Kanjeng Djimat yang meraih Juara 1 tingkat Jawa Timur tahun 2024 dan mewakili provinsi ke tingkat nasional . Selain itu, Kelurahan Surodinawan aktif dalam pelestarian budaya melalui kegiatan Ruwah Desa serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam bidang kesehatan sosial, tersedia 11 Posyandu Balita, 11 Posyandu Lansia, Posyandu Remaja, Posbindu, dan Kampung Siaga Bencana yang mendukung kualitas hidup masyarakat .
Bidang Infrastruktur
Potensi infrastruktur didukung letak wilayah strategis dengan luas 152,671 Ha, terdiri dari kawasan permukiman, lahan pertanian, dan akses jalan yang mendukung mobilitas masyarakat .
Pelayanan publik juga diperkuat melalui inovasi digital SUKET PLANO REBORN, yaitu pelayanan surat keterangan berbasis online melalui grup WhatsApp RT/RW sehingga mempercepat pelayanan administrasi masyarakat
Kelurahan juga memiliki fasilitas umum yang cukup memadai seperti sarana olahraga, tempat ibadah, sekolah, fasilitas kesehatan, serta dukungan kanal informasi digital melalui website kelurahan dan media sosial aktif.
Bidang Lingkungan
Potensi lingkungan menjadi salah satu kekuatan utama melalui inovasi GELI NGASUR (Gerakan Peduli Lingkungan Surodinawan) yang menggerakkan warga dalam kerja bakti rutin, penghijauan, urban farming, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat .
Kelurahan juga memiliki 5 bank sampah aktif yang mendukung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan terintegrasi dengan program pembayaran pajak melalui sampah.
Selain itu masih terdapat 25,33 Ha lahan pertanian dengan produksi padi yang masih aktif, sehingga mendukung ketahanan pangan lokal . Potensi ini diperkuat dengan kegiatan Kelompok Wanita Tani yang mengembangkan pertanian skala rumah tangga.